Langsung ke konten utama

Haplocosmia himalayana: Tarantula Pegunungan dengan Adaptasi Unik

Nama Ilmiah : Haplocosmia himalayana Nama Umum : Himalayan Earth Tiger Tarantula Tipe : Fossorial Kategori : Old World Racun : Sedang Endemik : Himalaya (Nepal dan India utara) Panjang Tubuh : Sekitar 4–5 cm Rentang Kaki : Sampai 10–12 cm Urtikasi : Tidak Pertumbuhan : Lambat Umur : Betina 10–12 tahun, Jantan 3–4 tahun Level : Intermediate Habitat Alami Haplocosmia himalayana berasal dari pegunungan Himalaya, kawasan yang udaranya jauh lebih dingin dibanding kebanyakan tempat tinggal tarantula lain. Mereka suka tinggal di tanah lembap—biasanya dengan menggali liang di lereng berbatu, di hutan pegunungan, atau di area dengan vegetasi sedang. Habitat aslinya cenderung sejuk dan tetap lembap. Perawatan   Spesies ini lumayan unik karena butuh kondisi berbeda dibanding tarantula tropis. Suhunya memang harus lebih rendah. Kandang : Pakai terrarium horizontal. Isi dengan substrat tebal—sekitar 10–15 cm—supaya bisa menggali. Suhu : Jaga di kisaran 18–24°C. Ini lebih sejuk dibanding kebanya...

Urtikasi dalam Dunia Tarantula: Mekanisme Pertahanan Unik


Urtikasi itu sebenarnya cara tarantula dari New World melindungi diri. Mereka punya rambut khusus di bagian perut yang bisa mereka lepaskan kalau merasa terancam. Rambut ini bentuknya kayak duri-duri kecil yang nggak cuma bikin kulit gatal, tapi juga bisa bikin mata dan saluran pernapasan iritasi.

Tarantu­la biasanya pakai kaki belakangnya buat menendang rambut urtikasi ini ke udara atau bahkan langsung ke arah "musuh". Ada beberapa spesies yang lebih kreatif, mereka tekan perutnya ke tanah dan gosok-gosok supaya rambutnya nempel di sarang, jadi area itu makin aman.

Efek rambut urtikasi ini beda-beda. Bisa tergantung jenis tarantula dan siapa yang kena, entah manusia atau hewan lain. Kalau manusia, umumnya yang paling terasa itu gatal, merah-merah di kulit, mata bisa perih, bahkan bisa batuk atau bersin kalau rambutnya sampai terhirup. Kalau hewan pemangsa seperti burung atau mamalia kecil, biasanya rambut itu masuk ke mata atau hidung mereka dan bikin mereka ogah dekat-dekat lagi.

Tiap tarantula punya tipe rambut urtikasi sendiri. Secara umum, ada enam macam utama, dari yang cuma bikin gatal sampai yang benar-benar menyakitkan. Lasiodora Parahybana, Theraphosa Blondi, dan Brachypelma smithi, misalnya, dikenal punya rambut urtikasi yang kuat.

Nah, tarantula dari Old World (kayak Poecilotheria atau Haplopelma) malah nggak punya rambut urtikasi. Mereka lebih mengandalkan kecepatan dan bisa yang lebih galak buat bertahan.

Kalau kamu kena rambut urtikasi, jangan langsung garuk karena rambutnya justru makin masuk ke kulit. Ambil selotip atau rol pakaian buat angkat rambut tadi, lalu cuci area yang kena pakai sabun lembut dan air hangat. Kalau iritasi, bisa pakai krim antihistamin atau kortikosteroid. Pokoknya, habis pegang tarantula, hindari sentuh mata. Kalau sudah kena, langsung bilas pakai air.

Bulu urtikasi ini memang bukan ancaman serius buat manusia, tapi tetap bikin nggak nyaman. Makanya, buat penghobi tarantula, penting banget paham soal mekanisme ini dan selalu hati-hati waktu menangani tarantula.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aphonopelma Hentzi: Tarantula Cokelat Amerika yang Tangguh

Nama Ilmiah : Aphonopelma Hentzi Nama Umum : Texas Brown Tarantula / Oklahoma Brown Tarantula Tipe : Fossorial Kategori : New World Racun : Rendah Endemik : Amerika Serikat bagian selatan (Texas, Oklahoma, Arkansas) Panjang Tubuh : Sekitar 5–6 cm Rentang Kaki : Hingga 10–13 cm Urtikasi : Ya Pertumbuhan : Lambat Umur : Betina: 20–30 tahun / Jantan: 5–7 tahun Level : Pemula Habitat Alami Aphonopelma hentzi hidup di daerah kering hingga semi-kering di Amerika Serikat bagian selatan. Mereka biasanya ditemukan di padang rumput, daerah berbatu, dan tanah terbuka. Tarantula ini menggali liang dalam tanah sebagai tempat berlindung dari suhu ekstrem dan predator. Perawatan Spesies ini dikenal sangat tangguh dan mudah dirawat, menjadikannya pilihan yang baik untuk pemula. Kandang: Gunakan terrarium horizontal minimal 30x30x30 cm dengan substrat setebal 7–10 cm untuk menggali. Suhu: 22–28°C Kelembapan: 40–55% (cenderung kering) Makanan: Jangkrik, kecoa dubia, dan ulat hongkong, diberikan secara b...

Monocentropus Balfouri (Balfouri's Tarantula)

Nama Ilmiah : Monocentropus Balfouri   Nama Umum : Balfouri’s Tarantula   Tipe : Terestrial   Kategori : Old World   Racun : Tinggi   Lokasi Endemik : Semenanjung Arab, terutama Oman dan sekitarnya   Panjang Tubuh : 5-6 cm   Rentang Kaki : 13-15 cm   Urtikasi : Tidak   Pertumbuhan : Sedang   Umur : Betina 8-10 tahun / Jantan 3-4 tahun   Level : Advanced Habitat Alami   Monocentropus Balfouri hidup di gurun dan semi-gurun di Semenanjung Arab. Di alam, biasanya mereka bersembunyi di antara batu dengan sedikit tanaman. Tarantula ini mengandalkan liang yang mereka gali atau merengek di bawah batu untuk kabur dari panas dan predator. Suhu di habitat aslinya memang panas dan kering. Perawatan    Sebagai spesies Old World, M. balfouri terkenal lebih galak dan defensif dibanding tarantula New World. Mereka tidak punya rambut urtikasi, jadi kalau terancam, satu-satuny...